Jemaah Calon Haji Bireuen Diminta Jaga Kesehatan

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Jemaah Calon Haji (JCH) Bireuen yang berjumlah 209 orang akan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam dua kelompok terbang (kloter) yaitu kloter tiga dan delapan. Kedua kloter tersebut masing-masing berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada 12 Agustus dan 18 Agustus 2016.

Ada pun kloter tiga, JCH Bireuen yang berjumlah 184 orang akan bergabung dengan JCH asal Aceh Utara sebanyak 204 orang.

Sementara untuk kloter delapan, JCH Bireuen berjumlah 23 orang, akan bergabung dengan JCH dari 18 kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“JCH akan masuk asrama haji Banda Aceh, sehari sebelum keberangkatan,” kata Ketua Panitia Manasik Haji Bireuen Mukhlis saat pembukaan manasik haji tingkat kabupaten di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Senin (18/7).

Dari 209 JCH Bireuen, jelas Mukhlis, jemaah termuda berusia 23 tahun atas nama Indah Sari dari Kecamatan Peusangan, sedangkan jamaah tertua M Thayeb yang berusia 86 tahun dari Kecamatan Plimbang. Para JCH akan mengikuti manasik haji mulai 18-27 Agustus 2016.

Bupati Bireuen Ruslan M. Daud dalam sambutannya mengingatkan kepada para jemaah untuk selalu menjaga kesehatan sejak dari Bireuen hingga nantinya berada di Tanah Suci.

“Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan Allah ini, karena masih banyak saudara-saudara kita yang lain yang belum diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima ini,” harap Ruslan seraya mengigatkan bahwa persiapkan diri sebaik mungkin dan ikuti dengan baik setiap materi bimbingan manasik haji sehingga menjadi bekal selama menunaikan ibadah haji dan patuhi segala arahan dan bimbingan selama dalam perjalanan meunuju ke Banda Aceh, hingga diberangkatkan ke Tanah Suci.

Menurut Ruslan, para JCH yang akan berangkat tahun ini, akan membawa nama baik keluarga, daerah, dan juga Negara. Jadi sudah sepatutnya para JCH yang punya kesempatan ini untuk saling menjaga, tolong menolong, dan berlaku tertib, serta patuh pada pimpinan kloter dan rombongan.

Kepada petugas medis, Ruslan secara khusus mengingatkan, jangan sekali-kali mendahului kepentingan pribadi, seperti mengutamakan ibadah haji, namun curahkan perhatian pada pelayanan kesehatan JCH yang menjadi tanggungjawabnya.

“Sebab saudara diberi kepercayaan oleh Negara untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi para JCH. Tanpa JCH, saudara tentu tidak ditugaskan ke sana, ingat itu!” ingat Ruslan.

Selain para peserta manasik haji, turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Kankemanag Bireuen, Wakil Ketua DPRK Bireuen, Athahillah, camat, kepala KUA, para pendamping, pembimbing, dan petugas haji. []